Oleh :Dedi Fura
Terlalu dini untuk mengukir waktu
Hanya sesaat berlari terdiam lama.
Kisah hidup seorang awam berakhir setengah hati dalam masa yang pilu.
Setelah semua terdampar,
Lelucon lama tak lagi melabuh ketepi hari,
Disaat kita terdiam dalam bentangan masa
Waktu pun seolah menjawab pertanyaan detik.
Dari sekian si jingga yang tertatih melambat laun,
Kini yang terpenting hanyalah bualan
Kadang terdiam selalu terdiam
Tak habis lamanya,
Waktu terlalu muda dalam sejarah.
Dibatas waktu yang menyatu,
Sosok hidup seperti bayangan senantiasa terbuka lebar
Ternyataa yang terakhir hanylah sisa
Mungkin itu hanyasekedar sisa yang membatin,
Sisa awal daa terakhir dari kebiasaan.






