Mulai terbuka,
dengan sebagian jati yang tersisa,
tersendu,
seakan tak ada yang hidup.
mulai terlepas,
dari penantian lama yang berlawanan.
daan mulai terlekang oleh segala kemantapan
dalam doa'anya.
Tuhan selalu ada,
itulah seiring tujuan sang adam jika terluka,
mungkin gagu ketika nemenetes,
seraut putih,selalu tersandar,
dengan penuh pengertian kita terasing,
ketepian, dan kejauhan.
tak seperti yang lama yang telah berlalu,
kadang terasa dalam pendangan,
kadang pula terasa dalam masa yang sulit,bagi sebagian kita,
tapi itulah hidup,
tah tahu batasan yang klasik,
meski tak sebagus sekarang,
sebab,
dengan menyandarkan bahwa,
kita mulai terganti,
sebab,
dengan melambaikan harapan jauh,
kita dapat tertawa.







