XDXD

Laman

LIDAH TAK BERTULANG


















Oleh : Dedi Fura

untuk yang terluka dulu.

selalu begitu,
dengan logat manis,
dia berthan,
dengan wajah beku dia terpaksa.
dengan sejumlah keraguan ajhirnya melangkah,

Harapan palsu,
ditengah abad silam memang seperti membudaya.
tapi kadang terungkap setiap perkataan pada ujungnya.
tak ada perhiasan berharga,
hanya sekedar santapan logika,
dan segenggam keraguan,
namun masih tertatih diam ternanti qalbu.

kini,
batinnya terluka,
untuk sekian hari yang menaburi permintaan hatinya,
tak terpaksa,
tapi memang tak ada.
sebab, yang terukir,
jauh di sekitar bualan saja,
dia tampak menyesal berjalan sendiri,
namun siapayang mau berkata,
jika takdir Tuhan benar-benar terjadi.