XDXD

Laman

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

BASA-BASI HATI

Oleh : Dedi Fura

mungkin bukan dia seperti intan,
akupun begitu,
tak berdaya,
dan fikiran masih tak menyatu.

Hanya kau yang tak ada,
lembayung yang indah,
bukan wajahmu lagi bersarang.

bukan pula kenangan yang membenak
bukan pula jauhnya hari dengan kepastian,

kita yang memanja,
yang tak pernah tahu kapan keadaan terjadi seperti tangis,
mungkin kita yang angkuh,
tapi Asma-Nya yang selalu ada,

dan bukan pula gurauan,
disatu takdir,
sungguh yang terdalam,

sesungguhnya rahmat untuk kita,
telah tertitip di hulu pagi,
untuk segala yang terjadi,
dalam setiap Do'a yang berkata
si jingga yang bernyanyi pun menuntun lalu kesedihan kita.

BUKAN UNTUK KITA

Oleh : Dedi Fura

Dinginnya mulut yang terkunci,
Beradunya hari yang termurung,
bukan alasan disaat kita menyatu,
meski terjatuh.

tapi yang terbaru,
dan yang terlama yang pasti mengerti,
setiap detik arti yang berbeda,
menyampaikan rasa yang bersatu.

tapi,
mungkin bukan untuk kisah kita,
dan bukan pula santapan Dewata.

semakin peka,
kita semakin manis,
selain hari,
tak ada yang berasa,
ataupun melompat,
masih tetap berlasan manja.

begitulah kita,
bukan sehati yang berselimut,
hanya keadaan terampas,
dan berduri mati tak beralas.

TAK SESUCI INI

Oleh : Dedi Fura


Mungkin,
bukan alasan yang sebenarnya,
ketika mentari terlelap,
bunga mimpi tak sekedar mati,

aku tak  sehedonis kemalangan,
taak separuh kebodohan,
hanya saja,
separuh dari iman yang terdampar,
hanya harapan buruk yang menanti malam.

telah berulang,
dan mungkin hampir habis,
telah terjadi,
namun masih bersama,

selama tertekan jiwa yang melapang,
selama tertutup awan yang menipis,
takkan lama terasa,
mungkin saat ku tak ada,

hanya sekedar surat kecil yang ku titipkan untukmu disuara kicau angin,
saat itu,
aku bukan hal baru lagi,
semoga dengan tak ada lagi,
diamnya mulut hari,
takkan gantikan sesalku yang hampir terdiam

BAWAAN SELAMANYA















 
Oleh : Dedi Fura

Memang begitu,
Jika sudah acuh,
Mungkin diam tak mau tahu.
ketika mulai membisu,
orang lebih suka menatap manis,
masih saja membeku.

Kapan tateringat kenangan batin,
Tak semudah harapan hati,
Da tak sebening embun ketika terlahir.
Namun hanya sekedar bualan lama,
yang hitam disaat memutih
dan tergenang disaat terhanyut.


Inilah sebab kau pergi,
tak tahu,
dan tak mau tahu,
yang terasing saat ini,
tapi wajahmu tak bisa menoleh.
tapi kakimu tak bisa melangkah pula.
Ku tahu sebab lama itu,
dan aku tak tahu kapan Malaikat tak  bersayap lagi,
janganlah diam,
dan jangan terapung,

sebab,
hidup yang lain,
telah menanti diriku.

SESAL LAMA

Oleh : Dedi Fura

Semesta tak berkataa sedikitpun
hanya berontak sedikit kaarena kesal
terlihat kekesalannya lewat santapan kilat
hujan pun jadi saksi setara hati
masih dalam jejak lama yang terhenti.

kini tak lagi sebagai penguasa hati
karena telah melelah untuk berbicara
sedalam penyesalah yang kini membru
Semuanya datang tampak bersama.

semestinya,
meski terjaga utuh,
tapi setidaknya luka itu tak berdarah
hanya terungkap lewat perasaan dan harapan
dan tergores pena putih,
yang tak jauh dari pandangan lamamu.