Mungkin,
bukan alasan yang sebenarnya,
ketika mentari terlelap,
bunga mimpi tak sekedar mati,
aku tak sehedonis kemalangan,
taak separuh kebodohan,
hanya saja,
separuh dari iman yang terdampar,
hanya harapan buruk yang menanti malam.
telah berulang,
dan mungkin hampir habis,
telah terjadi,
namun masih bersama,
selama tertekan jiwa yang melapang,
selama tertutup awan yang menipis,
takkan lama terasa,
mungkin saat ku tak ada,
hanya sekedar surat kecil yang ku titipkan untukmu disuara kicau angin,
saat itu,
aku bukan hal baru lagi,
semoga dengan tak ada lagi,
diamnya mulut hari,
takkan gantikan sesalku yang hampir terdiam







