XDXD

Laman

SECERAH HARAPAN DULU

Oleh : Dedi Fura

Kubaca seluruh pikiran dengan tangan hampa.
Kuraih sebelah tangan dengan mulut yang tergenggam.
Kemudian tak ada satupun yang menangis,
Hanya diseberanglautan,
Kulihat,
Ada sedikit penyesalan yang tak ku mengerti,
Pasti berbeda, tapi bernuansa.

Kuanggap lunas saat ku merintih,
Menangis tertawa,
Dn bertuan sedih saat dia tak ada.

Tapi, kiniterlihat lemah,
Daging yang mulai bertulang, bukanlah dia.
Itupun mungkin adalah aku yang tersesat,
Ataupun,
Aku yang benar-benar berbeda Karen hampa.

Karena dibalik ceriamu,
Kutanamkan sejerih payah keraguan.
Kau masih menangis dan terdiam,
Ku tak sedih karena ditanganmu masih tergenggam,
Uraian makna,
Malaikat tak bersayap.