Oleh : Dedi Fura
Bertuhan sama,
Kelaakuan sepuja.
Semanis manis,
Dihulu senja.
Karena telah lama terdiam tapitak termenung.
Kucinta yang terlahir,
Terlalu hitam untuk di ungkap,
Terlampaui jera untuk did era.
Mungkin aku yang baru,
Tak menyapa tapi tak bertapa.
Mengharap tak banyak,
Dari mata yang melihat,
Hanya satu yang kupunya.
Terakhir adalah,
Dia terjatuh,
Tapi aku menyapaa,
Dia tak terucap
Ketikaa aku tahu tentangmu dan tentangnya.
Sebab meski tak terungkap itu, tak searti dengan manisnya gelagatmu
Ketika menoleh kearahku.







