Oleh : Dedi Fura
Kupilih,
Kaki mana yang harus melangkah.
Ku cabik setiap kenangan, dan bukan kenangan.
Kucari detik yang bukan waktu.
Dan ku panggil dosa itu,
Agar kau hukum aku dengan dosamu.
Hanya,
Yang temaniku adalah keramahan,
Dulu,
Tapi entah kini telah melemah,
Dan bagaimanapun itu,
Adalah dosa terindah yang pernah kubuat dengan penyesalan,
Dan akupun perasa tak beratap,
Dan tak bernyali ketika kau panggil aku dengan hormat,
Sedikit lagi kita terjalin,
Asal hati yang terbuka,
Kita pasti tahu, apa aku dan aku yang bisa mengaku,
Dan engkau yang telah merubah semuanya,
Hingga tangan Tuhan sentuh takdir kita.







