XDXD

Laman

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

KERUDUNG IMAN

Oleh : Dedi Fura

Dia,
Melihat di balik lembutnya tasbih yang meminta
Kemudian,
Dia menmdengar serak basah pagi yang terkuak hati

Dengan setitik kekuatan bosan,
Dia meraaba dengan alas yang berselubung bibir siang.
Tapi baru kali ini hikmah tua bersarang dibenaknya
entah kapan bisikan serupa menjelma menjadi harapan baru.
mungkinkah ketika tiba dibelakang jurang baru dia tersadar
tapi pula Tuhan maha melihat Umat-Nya.

akhirnya, dengan sentuhan taqdir dia kembali kejalan-Nya,
juga dengan harapan baru kini mengarungi ilalang yaang merumput sehijau padi.
dalam ingatannya yang terseru hanya luka,
Tapi apapun itu

MELATI DI UJUNG LAJU

Oleh : Dedi Fura
Manja di hari sepi
Tertekan batin serasa membaru.
Kisah klasik itu kini membuat pandangan kita seantik curahan hati
Ketika kita jumpai,
retap saja taman tak secerah gerimis terakhir yang merindukan alam senja

tiba pun dia menangis,
dibalik senyuman sore hanya petuah laama menjejaki siksa yang terluka.
tapi seandainya membeku dalam kematangan hidup,
esoknya pun pasti tertinggal kenangan yang mulai meruncing.

bukan sekedar bunyi nyaring,
hanya sebelah hati pandangannya yang tersisa
kadang menyaut dalam keunikan hati,
tapi juga wajah alam selalu beri hikmah terbaik yang mendahuluinya.

dulunya,
putih lembaran lama jadi luka yang mendalam,
tapi setidaknya bagaikan enggan ditepi pasir yang kemudian ombak jawaban hatinya
hingga abad pun berkata perlahan: "seandainya aku jadi melati, rasa ini takkan tediam seperti mentari".