Oleh : Dedi Fura
Dia,
Melihat di balik lembutnya tasbih yang meminta
Kemudian,
Dia menmdengar serak basah pagi yang terkuak hati
Dengan setitik kekuatan bosan,
Dia meraaba dengan alas yang berselubung bibir siang.
Tapi baru kali ini hikmah tua bersarang dibenaknya
entah kapan bisikan serupa menjelma menjadi harapan baru.
mungkinkah ketika tiba dibelakang jurang baru dia tersadar
tapi pula Tuhan maha melihat Umat-Nya.
akhirnya, dengan sentuhan taqdir dia kembali kejalan-Nya,
juga dengan harapan baru kini mengarungi ilalang yaang merumput sehijau padi.
dalam ingatannya yang terseru hanya luka,
Tapi apapun itu






