XDXD

Laman

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

TANGAN SAHABAT


Oleh : Dedi Fura



Bertuhan sama,
Kelaakuan sepuja.
Semanis manis,
Dihulu senja.
Karena telah lama terdiam tapitak termenung.

Kucinta yang terlahir,
Terlalu hitam untuk di ungkap,
Terlampaui jera untuk did era.

Mungkin aku yang baru,
Tak menyapa tapi tak bertapa.
Mengharap tak banyak,
Dari mata yang melihat,
Hanya satu yang kupunya.

Terakhir adalah,
Dia terjatuh,
Tapi aku menyapaa,
Dia tak terucap
Ketikaa aku tahu tentangmu dan tentangnya.
Sebab meski tak terungkap itu, tak searti dengan manisnya gelagatmu
Ketika menoleh kearahku.

UNGKAPAN BUAT PERMPUAN INDONESIA












Oleh : Dedi Fura

Tak hanya sebatas teman,
Ketika mawar mulai mekar,
Dia tak sadar bahwa kumbang melihatnya dari kejauhan.
Akhirnya dia lupa,
Dan hanya wajah baru yang terdamping.

Karena,
Bukan karena tapi adalah,
Bukan pujian tapi untaian
Tapi yang datang dari kejauhan dan bisikan
Dan kini menemani setiap hati tunas Bangsa.

Tersenyum,
Tapi tak terdiam.
Terbuka,
Tapi tak sengaja,
Lambat laun manja memukau.
Tapi tarikannya indah seperti tak bersuara.

Juga saat sang imam terjatuh,
Dia berbisik sesuatu
Di dalam qalbu, dia terasing
Tapi tenang dalam pandangan.
Itulah gainya,
Dan bagiku, adalah sama.
Sebab setiap ketiadaan,
Adalah etika puji yang teramat,
Dan yang terbaik dari-Nya.

AKU YANG TERBUNUH















Oleh : Dedi Fura

Kupilih,
Kaki mana yang harus melangkah.
Ku cabik setiap kenangan, dan bukan kenangan.
Kucari detik yang bukan waktu.
Dan ku panggil dosa itu,
Agar kau hukum aku dengan dosamu.

Hanya,
Yang temaniku adalah keramahan,
Dulu,
Tapi entah kini telah melemah,

Dan bagaimanapun itu,
Adalah dosa terindah yang pernah kubuat dengan penyesalan,
Dan akupun perasa tak beratap,
Dan tak bernyali ketika kau panggil aku dengan hormat,
Sedikit lagi kita terjalin,

Asal hati yang terbuka,
Kita pasti tahu, apa aku dan aku yang bisa mengaku,
Dan engkau yang telah merubah  semuanya,
Hingga tangan Tuhan sentuh takdir kita. 




SECERAH HARAPAN DULU

Oleh : Dedi Fura

Kubaca seluruh pikiran dengan tangan hampa.
Kuraih sebelah tangan dengan mulut yang tergenggam.
Kemudian tak ada satupun yang menangis,
Hanya diseberanglautan,
Kulihat,
Ada sedikit penyesalan yang tak ku mengerti,
Pasti berbeda, tapi bernuansa.

Kuanggap lunas saat ku merintih,
Menangis tertawa,
Dn bertuan sedih saat dia tak ada.

Tapi, kiniterlihat lemah,
Daging yang mulai bertulang, bukanlah dia.
Itupun mungkin adalah aku yang tersesat,
Ataupun,
Aku yang benar-benar berbeda Karen hampa.

Karena dibalik ceriamu,
Kutanamkan sejerih payah keraguan.
Kau masih menangis dan terdiam,
Ku tak sedih karena ditanganmu masih tergenggam,
Uraian makna,
Malaikat tak bersayap.

ROMANTIKA BIRU


Oleh : Dedi Fura



Kala terbenam,

Seperti api yang tertidur karena beku.
Di sebelah pundak hijau yang merimbun tersandar satu buah insan,
Yang terbawa arus.

Kawan yang terselubung bangkai,
Hanya harapan kecil yang tersisa.
Kini,
Segenap alam tahu kapan dia kembali,
Kembali dari raut pilu yang terluka,
Kapanpun dia dating,
Akhirnya pasti pergi,

Karena saat dia mulai binasa,
Berpikirlah terlalu dalam.
Karena jika ada setetes kecurigan ditangan malaikat kecil,
Dia akan terpana  dan mulaai menguak hati,
Karena pulajika hampir terdiam,
Dia akan terjatuh dan tertawa.