This is default featured post 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
TANGAN SAHABAT
UNGKAPAN BUAT PERMPUAN INDONESIA
Tak hanya sebatas teman,
Ketika mawar mulai mekar,
Dia tak sadar bahwa kumbang melihatnya dari kejauhan.
Akhirnya dia lupa,
Dan hanya wajah baru yang terdamping.
Karena,
Bukan karena tapi adalah,
Bukan pujian tapi untaian
Tapi yang datang dari kejauhan dan bisikan
Dan kini menemani setiap hati tunas Bangsa.
Tersenyum,
Tapi tak terdiam.
Terbuka,
Tapi tak sengaja,
Lambat laun manja memukau.
Tapi tarikannya indah seperti tak bersuara.
Juga saat sang imam terjatuh,
Dia berbisik sesuatu
Di dalam qalbu, dia terasing
Tapi tenang dalam pandangan.
Itulah gainya,
Dan bagiku, adalah sama.
Sebab setiap ketiadaan,
Adalah etika puji yang teramat,
Dan yang terbaik dari-Nya.
AKU YANG TERBUNUH
Oleh : Dedi Fura
SECERAH HARAPAN DULU
Kubaca seluruh pikiran dengan tangan hampa.
Kuraih sebelah tangan dengan mulut yang tergenggam.
Kemudian tak ada satupun yang menangis,
Hanya diseberanglautan,
Kulihat,
Ada sedikit penyesalan yang tak ku mengerti,
Pasti berbeda, tapi bernuansa.
Kuanggap lunas saat ku merintih,
Menangis tertawa,
Dn bertuan sedih saat dia tak ada.
Tapi, kiniterlihat lemah,
Daging yang mulai bertulang, bukanlah dia.
Itupun mungkin adalah aku yang tersesat,
Ataupun,
Aku yang benar-benar berbeda Karen hampa.
Karena dibalik ceriamu,
Kutanamkan sejerih payah keraguan.
Kau masih menangis dan terdiam,
Ku tak sedih karena ditanganmu masih tergenggam,
Uraian makna,
Malaikat tak bersayap.
ROMANTIKA BIRU
















