Oleh : Dedi Fura
tak pernah ada yang seperti itu,
seperti halnya tumbuh sebagai kamil yang berwibawa.
tapi adakalanya,
susah terbangun dari mimpi,
adalah kenyataan yang tertunda.
kamudian dari sekian bentuk hati,
yang menjerit hanyalah gurauan.
dibuka kemudian terungkap,
memang begini adanya kita.
dan mengkin bagi kita,
dia hanya seraut sisa lama yang mengan dung harap.
kataku memang bisu,
tapi tak seperti pembisu di muka baru,
sebab yang terjadi ketika bertahan,
yang tertanam di jiwa awam,hanyalah tasbih untuk alam yang terbenam.







