Memang begitu,
Jika sudah acuh,
Mungkin diam tak mau tahu.
ketika mulai membisu,
orang lebih suka menatap manis,
masih saja membeku.
Kapan tateringat kenangan batin,
Tak semudah harapan hati,
Da tak sebening embun ketika terlahir.
Namun hanya sekedar bualan lama,
yang hitam disaat memutih
dan tergenang disaat terhanyut.
Inilah sebab kau pergi,
tak tahu,
dan tak mau tahu,
yang terasing saat ini,
tapi wajahmu tak bisa menoleh.
tapi kakimu tak bisa melangkah pula.
Ku tahu sebab lama itu,
dan aku tak tahu kapan Malaikat tak bersayap lagi,
janganlah diam,
dan jangan terapung,
sebab,
hidup yang lain,
telah menanti diriku.







