XDXD

Laman

JALAN BUNTU DI RAUT PAGI

Oleh : Dedi Fura

Di tengah riuh pilu sanggahan mata,
Sekejap berulang pandangan hati,
Seolah tiada beranjak pertarungan bahasa,
Tapi logatnya masih melaba rugi seusai waktu kita.

Sampai hati dia berucap,
Dan aku pun masih disini,
Termenung malu tiada terikat,
Dengan alam,
Dan dengan keinginan terdalam dari qalbu.

Mungkin berbeda dengan jiwa,
Jiwa tua,yang hampir rubuh
Terharap jiwa tertanam,
Kita bertemu di taman hati,
Juga di sekeliling ciuman pulau impian.

Setelah semua berawal dari manisnya tekad,
Kini,
Tak sekecil apapun bentangan harap,
diam tak tampak,
Namun dibalik putih yang menghantui,
Mungkin masih ada harapan lama yang enggan tertidur seperti batu.